Prinsip Kerja Pemanas Listrik

Posted: Februari 9, 2011 in Iptek

Listrik merupakan salah satu bentuk energi yang dihasilkan dari adanya gerakan partikel-partikel bermuatan seperti elektron, positron, dan ion.

Energi listrik termasuk energi yang mudah diubah menjadi bentuk-bentuk energi lain. Proses pengubahan energi listrik menjadi bentuk-bentuk energi yang lain ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat listrik.

Hampir setiap peralatan dalam kehidupan rumah tangga menggunakan energi listrik. Peralatan dapur seperti rice cooker, dispenser, kompor, dan kulkas menggunakan energi listrik. Media hiburan seperti televisi dan radio pun memanfaatkan energi listrik.

Selain itu, ada salah satu alat pelicin pakaian yang menggunakan energi listrik. Anda tentu mengenal setrika listrik, bukan?

Setrika listrik merupakan salah satu alat listrik yang termasuk dalam kelompok pemanas listrik (electric heater), yaitu alat listrik yang menggunakan elemen pemanas sebagai komponen utamanya. Nah, bagaimana cara kerja sebuah setrika listrik?

Pada dasarnya, setrika listrik terdiri dari 4 bagian utama, yaitu elemen pemanas, gagang atau pegangan, kabel penghubung, dan lempeng logam (besi atau baja) dengan permukaan datar.

Elemen pemanas merupakan bagian setrika listrik yang bertugas untuk mengubah energi listrik menjadi energi panas (kalor). Gagang atau pegangan setrika merupakan bagian setrika yang berfungsi untuk menjalankan setrika dan terbuat dari bahan isolator yang tahan panas.

Kabel penghubung merupakan bagian setrika listrik yang berfungsi untuk menghubungkan elemen pemanas dengansumber listrik. Lempeng logam merupakan bagian setrika listrik yang berfungsi untuk meneruskan energi panas dari elemen ke pakaian atau kain yang akan disetrika.

Elemen pemanas pada setrika listrik biasanya berupa koil atau lilitan kawat yang dililitkan pada selembar bahan tahan panas (biasanya asbes). Ketika kabel penghubung setrika dihubungkan ke sumber listrik, arus listrik akan segera mengalir melalui elemen.

Desain atau bentuk konfigurasi lilitan kawat pada elemen yang membentuk koil akan membuat energi listrik terdisipasi cukup besar di dalam lilitan tersebut sehingga akan timbul energi panas atau kalor yang ukurannya juga cukup besar.

Pemasangan elemen pemanas dirancang untuk memungkinkan terjadinya transfer kalor ke lempeng logam. Beberapa saat setelah setrika listrik dihubungkan ke sumber listrik, lempeng logam di bagian bawah setrika akan ikut memanas dan pada akhirnya dapat digunakan untuk menyetrika.

Pada setrika listrik produksi lama, kalor yang dihasilkan oleh elemen pemanas cenderung tidak terkontrol sehingga hal ini dapat membuat elemen pemanas cepat rusak. Akan tetapi, setrika listrik produksi baru biasanya dilengkapi dengan saklar otomatis untuk mengontrol besarnya energi panas tersebut. Saklar otomatis ini memanfaatkan teknologi bimetal.

 

Iklan
Komentar
  1. Yosia berkata:

    luar biasa pas bangett. Sippp terima kasih atas infonya…..
    Ditunggu postingan lainnya ya..

  2. Dika berkata:

    mohon saran pak saya sedang mengerjakan tugas akhir.
    saya ingin membuat alat penghangat ruangan,
    skala yg saya gunakan hanya ukuran 90 x 40 x 60 cm.
    kira-kira heater apa yang bisa saya gunakan?

  3. cici berkata:

    thanks infonyaaaaaaaaa.. soalnya lagi penting nih ! XIE XIE 🙂

  4. cici berkata:

    thanks yoooo infonyaaa. saya cari hany untuk tugas tadi ! XIE XIE 🙂

  5. dany :) berkata:

    Mas bro…tahu cara itung2anya bikin heaternya nggak ya…harus pakai kawat jnis apa,trs berapa lilitannya untuk dpt watt tertentu…. 🙂

  6. yeni berkata:

    terima kasih filenya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s