Jangan Pernah Buang Nasi Anda

Posted: Juli 24, 2011 in Religi
Tag:,

Kalimat itu memang terdengar sepele, tapi jika dipikir ulang, kalimat itu sebenarnya tidak sepele.

Terlintas di pikiran saya, saya sering banget kalau makan, tidak menghabiskan makanan saya. Padahal kata orang tua kita dulu, “Makanannya dihabiskan ya nak, nanti nasi nya bisa menangis,” kira-kira seperti itu.

Coba kita bayangkan bersama, jika tiap orang pada saat makan menyisakan 1 butir nasi saja setiap hari nya, berapa banyak nasi yg di sia-siakan oleh masyarakat kita.

Coba sekarang kita pikir dan kita hitung-hitung :

* Kita asumsikan 1 piring ada 100 butir nasi, setiap kita makan
* Jika saja kita selalu menyisakan 1 butir nasi di setiap makan,
maka akan terjadi penumpukan yang sia-sia sebesar 5 juta butir nasi
di jakarta saja (asumsi penduduk jakarta 5 juta orang)
* Berarti ada 50 ribu piring yang terbuang
* Itu baru satu kali makan, jika tiap hari terjadi seprti itu,
maka satu hari sudah ada 150 rb piring nasi yang terbuang
(sehari 3 kali makan)
* Itu baru di Jakarta saja, belum lagi di daerah lain se-Indonesia
* Jika seluruh penduduk Indonesia makan nasi, dan selalu menyisakan
1 butir nasi saja, maka akan ada 231 juta butur nasi yg terbuang
(penduduk indonesia 231 juta orang)
* Maka akan ada sekitar 2.310.000 piring nasi yang di sia-siakan pada
1 kali makan
* Jadi ada sekitar 6.930.000 piring nasi yang terbuang setiap harinya
* Itu baru satu butir untuk setiap orang nya
* Belum lagi jika stiap orangnya menyisakan 2 butir atau bahkan sampai
puluhan butir nasi, setiap kali pada saat makan
* Itu baru nasi saja, belum lagi makanan yang lain nya
* Yang keluar adalah angka yang fantastis


Coba kita pikir di luar sana, ada orang-orang yang kelaparan, tapi kita malah menyisakan makan begitu banyak nya makanan. Mungkin karena kita kurang bersyukur, bahkan tidak bersykur sama sekali atas apa yg telah di berikan pada kita.

Coba kite tengok saudara-saudara kita yang kelaparan di belahan dunia lainnya. Seperti apa sulitnya mereka menghadapi nasib yang begitu menyulitkan. Coba lihat di sekeliling rumah kita, ada banyak pengemis yang kelapara, dan kesusahan.

Di afrika sana, bahkan lebih parah, badan mereka sudah tidak berdaging lagi, alias tinggal tulang doang.

Yuk, sama-sama, mulai dari yang terkecil dulu, untuk mencegah musibah, mulai dari sekarang, jangan menyisakan makanan. Terlebih lagi, jika kita memberi kepada sesama kita. Buang jauh-jauh sifat kita yang egois, sombong, dan tidak peka akan keadaan di sekitar kita.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Komentar
  1. rafaqo mengatakan:

    betul mas…
    pandai2lah kita bersyukur…

    • hendrabudianto mengatakan:

      iya betul mas, tapi saya akui terkadang saya sendiri masih suka begitu. Misalnya karena dirumah masak terlalu banyak yg akhirnya jadi berlebih. Trus lama2 kelamaan jadi basi. jadi mau gak mau harus dibuang. Nah untuk yg sering begitu, salah satu mensiasatinya bisa dengan memelihara ayam/bebek di rumah sehingga nasi yg tidak bisa kita makan, bisa kita berikan pada ternak kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s