Kisah Nabi Ismail AS

Posted: November 1, 2011 in Dongeng & Cerita Anak, For Your Kid, Religi
Tag:, , , ,

Ismail lahir di Palestina sebagai anak Ibrahim dari Hajar. Kelahirannya mengusik ketenangan istri pertama Ibrahim, Sarah, yang belum dikaruniai anak. Ibrahim pun mengajak Hajar dan Ismail meninggalkan Palestina, memasuki wilayah kering-kerontang yang tak berpenghuni.

Daerah yang kini menjadi kota Makkah. Ia meninggalkan ibu dan bayinya di sana, dengan iringan doa yang bersungguh-sungguh agar Allah melimpahkan rizki kepada yang datang ke daerah yang menjadi “rumah Allah” itu.

Di tempat itu, Ismail kecil menangis kehausan. Hajar lalu berlari antara bukit Shafa dan Marwah. Dalam tradisi gurun, orang yang mencari air akan menuju puncak bukit untuk melihat ke arah bawah ada-tidaknya burung-burung yang biasanya berkerumun di sekitar sumber air.

Setelah tujuh kali berlari, Hajar melihat sumber air yang menyembul di cekungan bukit-bukit batu. Sumber air yang kemudian dikenal sebagai sumur zamzam. Keberadaan sumber air membuat para musafir singgah, dan sebagian malah menetap di sana.

Ketika Ismail telah tumbuh menjadi remaja kecil yang lincah, sang ayah datang lagi. Dalam kunjungannya kali ini, Ibrahim mendapat perintah Allah melalui mimpi agar ia mengorbankan anaknya dengan menyembelih. Begitu diberitahu mimpi tersebut, Ismail malah mendorong sang ayah untuk tidak ragu melaksanakan perintah Allah.

Ayah-anak itupun berjalan beriring menuju tempat yang kemudian disebut Mina -kini tempat persinggahan jamaah haji sebelum dan sesudah ke Arafah. Menurut riwayat, dalam perjalanan itu mereka dicegat iblis yang menyamar sebagai manusia.

Mereka membujuk Ibrahim untuk tidak mengorbankan Ismail. Tiga kali mereka dibujuk, tiga kali itu pula Ibrahim menepisnya dengan melempar batu. Tempat tersebut yang kini dipakai untuk melempar batu dalam ritual haji yang menyimbolkan pengusiran iblis dari diri manusia, yakni jumrah Ula, Wushta dan Aqabah.

Penyembelihan Ismail tidak terlaksana. Allah mengutus malaikat untuk menggantikan Ismail dengan seekor kambing. Itulah yang menjadi pangkal ritual ibadah qurban setiap Idhul Adha. Ismail pun membantu Ibrahim mendirikan bangunan ka’bah yang kini menjadi pusat ibadah seluruh umat Islam. Ia menikah dengan gadis dari suku Jurhum.

Ia menikah lagi setelah bercerai dengan istri pertamanya itu. Salah seorang keturunannya adalah Muhammad -rasul besar dan terakhir penyampai ajaran sempurna bagi umat manusia dewasa ini. Ismail wafat di Palestina di usia sekitar 137 tahun.

Ibadah haji yang merupakan simbol kemerdekaan dan persatuan manusia adalah ziarah sejarah atas jejak ibadah Ibrahim-Ismail-Hajar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s