Archive for the ‘Cinema’ Category


akhirnya ada film indonesia yg bermutu gan yang telah mendapat banyak pujian di festival film toronto kanada.

Film ini telah dibeli hak edarnya oleh sony pictures untuk diputar di USA dan seluruh dunia. Selain di Amerika Serikat, film ini juga telah terjual di berbagai network dan akan didistribusikan ke wilayah-wilayah lainnya, seperti Kanada oleh Alliance, Inggris oleh Momentum, Australia oleh Madman, Prancis oleh SND, Jerman oleh Kosch, Jepang oleh Kadokawa, Cina oleh HGC, dan Turki oleh Calinors.

Filmnya action tapi kalo ngeliat cuplikan videonya kaya ngeliat film asing … adegan-adegannya keren. kejam lagi pas adegan jarak dekatnya, kayak beneran

Kata pengamat film bule : baru nonton 30 menit aja saya udah ngerasa ini film action terbaik yg pernah saya tonton setelah bertahun-tahun….

Adegan-adegan dalam film ini sangat mengagumkan seakan ini film asli hollywood, dan adegannya tampak sangat kejam seperti sungguhan. tak heran film ini mendapat sambutan positif di festival film toronto kanada.
Foto Video dan resensi Film Serbuan Maut atau The Raid
Berikut kutipan beberapa kritikus/review :
Holy shit I haven’t seen an action movie this good in years! I felt that way only 30 minutes in, but after the full 100 minutes, I still felt the same and had to exclaim that here, right upfront, because it deserves that much praise. Alex Billington – firstshowing.net

The Raid (Serbuan Maut) is the best Aristotelian-unity action film since Die Hard. James Rocchi – MSN Movies

The Raid (Serbuan Maut) is a near perfect action movie. Drew McWeeny -HitFix. (artikel untuk : Foto Video dan resensi Film Serbuan Maut atau The Raid )

Film ini dibintangi oleh Iko Uwais dan Yayan Ruhian dan sutradara Gareth Evans yang sebelumnya menggarap film dengan tema silat Merantau, scoring film ini di garap oleh Mike Shinoda personel Linkin Park.

Foto Video dan resensi Film Serbuan Maut atau The Raid
Foto Video dan resensi Film Serbuan Maut atau The Raid
Ceritanya sebenarnya biasa saja tentang geng narkoba dan pasukan elit, tetapi yang istimewa adalah hampir seluruh durasi film berisi adegan-adegan action yang memukau, beberapa bagian adegan jarak dekat tampak sangat sadis dan kejam seperti asli tidak seperti sebuah adegan film. Film ‘Serbuan Maut’ ini mengambil /setting/ lokasi di jantung komunitas kumuh Jakarta, tepatnya di sebuah gedung markas persembunyian kalangan gangster paling berbahaya di dunia. Sebuah pasukan elit mendapatkan tugas untuk menyerbu markas kriminal tersebut guna meringkus kepala penjahat pengedar narkoba.

Mengetahui bahwa mereka sedang diincar, para kriminal pun mematikan seluruh aliran listrik dan memblokir semua jalan keluar. Terperangkap di lantai 6 gedung tersebut, pasukan elit itu diharuskan berjuang mencari jalan keluar demi menyelesaikan misi mereka. (artikel : Foto Video dan resensi Film Serbuan Maut atau The Raid)

https://i1.wp.com/raditherapy.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/Raid1.jpg

https://i2.wp.com/www.dskon.com/wp-content/uploads/2011/09/the-raid-sinopsis.jpg
biar gak penasaran, tonton aja trailernya. Dijamin pasti bakalan gak nyangka kalo kita ternyata bisa juga bikin film yg bermutu kaya gini, bukan cuma sekedar pamer paha dan aurat dengan kedok film horor.
<object style=”height: 390px; width: 640px”><param name=”movie” value=”http://www.youtube.com/v/V7B__KkLCLM?version=3″><param name=”allowFullScreen” value=”true”><param name=”allowScriptAccess” value=”always”></object>
http://indonesiaproud.files.wordpress.com/2011/09/iko-uwais-in-the-raid-di-indonesiaproud-wordpress-com.jpg?w=600&h=398
https://i1.wp.com/ghiboo.com/assets/modules/article/images/big/the-raid-pic-1_400-4e71780b8c7ed.jpg
https://i2.wp.com/i2.indiewire.com/images/uploads/i_film/TIFF_the_raid.jpg
http://edgeoftheframe.files.wordpress.com/2011/09/the_raid_trailer_new.jpg?w=600&h=398
So.. kita tunggu aja ya pemutaran film perdananya di awal tahun depan.
Iklan

http://faktabukanopini.blogspot.com/

1. Penonton Cari Perhatian

Tak bisa dipungkiri, sejak dulu kebiasaan nonton di bioskop merupakan ajang sosialisasi dengan teman-teman dan handai taulan. Seen and to be seen, demikian kata seorang rekan sosialite. Tak heran jika ada orang yang tampil maksimal dengan penampilan wah saat nonton di bioskop. Kalau bukan dengan busana yang bermerek mahal, dandanan menor atau aroma tubuh nan wangi. Tujuh kali tujuh sama dengan empat sembilan. Setuju tidak setuju yang penting penampilan. Dalam filmnya, Joko menggambarkan lewat perempuan yang bicara dengan volume suara keras.

2. Penonton Piknik
Siapa yang tidak sepakat jika bioskop adalah tempat tamasya? Terutama jika sedang ada pemutaran film anak-anak, banyak orangtua yang memboyong mereka nonton bersama. Penulis mengalami sendiri naik becak bersama adik-adik dan tetangga nonton film macam Ira Maya dan Kakek Ateng (tentu saja dibintangi Ira Maya Sopha dan almarhum Ateng) atau Anak-anak Tak Beribu (dibintangi kakak beradik Santi Sardi, Lukman Sardi dan Ajeng Triani Sardi). Sebuah piknik yang mellow lantaran film yang ditonton sungguh mengharukan.

3. Penonton Pacaran
Terserah mau dengan lain jenis ataupun sejenis. Bagi mereka yang berusia remaja, nonton bioskop adalah alasan ampuh untuk pergi dari rumah. Selanjutnya, lokasi wakuncar (so 80’s ya…) dipindahkan di tengah gelapnya bioskop. Bukan masalah pula, mau kelas atas atau kelas kambing, kelas AC atau kelas kipas angin. Yang penting bisa kencan. Taglinenya: film main, penonton main.

4. Penonton Pembajak
Tipe ini termasuk yang muncul belakangan. Teknologi baru melahirkan tipe penonton jenis ini. Dengan seperangkat kamera video mini, penonton pembajak merekam film dari awal sampai akhir. Maka tak heran, jika anda membeli VCD atau DVD bajakan berkualitas buruk, acapkali terdengar suara penonton ataupun bayangan tubuh penonton yang sedang melintas. Tentu saja tidak untuk ditiru, secara harga karcis bioskop jaringan 21 sudah murah sekali, paling murah kira-kira dua mangkok mie ayam.

5. Penonton Spoiler
“Nanti habis ini jagoannya ditembak, eh malah kena temannya” . Kalimat macam ini tentu saja sangat mengganggu kenikmatan saat menonton film. Maklumlah, umumnya penonton datang ke bioskop untuk mendapatkan cerita. Jadi jika ujungnya sudah diketahui buat apa lagi datang dan memelototi gambar. Biasanya penonton spoiler ini mereka yang sudah nonton film sebelumnya.

6. Penonton Kritikus Film
Kritikus film atau kritikus bukan ini-atau itu atau wartawan film terserah. Merekalah yang biasanya sibuk sendiri saat film diputar. Dengan bantuan penerangan dari ponsel mereka mencatat bagian-bagian yang dianggap penting dari film yang mereka tonton. Namun kini peran ponsel itu sudah tergantikan dengan perangkat gadget yang lebih canggih, entah PDA, communicator atau blackberry.

7. Penonton Ponsel
Penggunaan ponsel marak sejak satu dekade silam, tepatnya akhir 1990-an. Ketika masih jarang pemiliknya, wajar saja jika dia bersikap pamer dengan bicara keras-keras saat menjawab telepon. Sekalipun saat nonton di bioskop. Ternyata, perilaku kampungan ini masih juga belum hilang sama sekali. Sekalipun sudah dibuatkan himbauan larangan penggunaan ponsel saat film diputar, masih banyak yang lempeng aja tak perduli siapa yang di sebelahnya.

8. Penonton Tidur
Tipe penonton ini terbagi lagi atas ada dua macam. Pertama, sang penonton yang sudah kelelahan entah darimana hingga jatuh terlelap. Kedua, film yang ditonton sungguh membosankan hingga lebih baik tidur saja. Atau kata lainnya film itu dibuat khusus untuk mereka yang sulit tidur atau insomnia.

9. Penonton Telmi
“Kok jagoannya mati?” . Jika pertanyaan macam ini datang dari penonton sebelah kita, ini namanya malapetaka. Masih mending jika dia yang membayari karcis untuk nonton filmnya. Kata telmi alias telat mikir, bisa juga dari bahasa Inggris “tell me”, atau ceritain lagi dong. Tentu saja sungguh bikin repot dan mengurangi kenikmatan nonton.

10. Penonton Perfeksionis
Konon penonton macam ini sungguh mengerti seluk-beluk film. Ciri-cirinya: selalu memelototi layar yang ada di depan matanya. Dia akan protes jika gambarnya tidak fokus, apalagi jika sampai rol yang belum datang-datang lantaran harus menunggu si Joni. Nah, jika ada yang teriak-teriak saat terjadi kondisi yang disebut belakangan boleh juga termasuk penonton perfeksionis.


Sensor terhadap media di Indonesia diberlakukan dalam berbagai tingkatannya sejak masa Demokrasi Terpimpin hingga Orde Reformasi. Di masa Orde Baru khususnya sensor ini dijalankan dengan sangat ketat. Hingga kini lebih dari 60 buah film dilarang beredar. Sebagian besar dari film-film itu diproduksi pada masa Orde Baru. Film-film yang kena celak itu ada yang tertahan bertahun-tahun di meja sensor atau ditarik dari peredaran karena protes dari segolongan orang atau masyarakat. Film harus disensor berlapis-lapis melalui berbagai lembaga sepertiDepartemen Penerangan dan Laksusda. Bahkan pejabat publik pun dapat menghentikan pemutaran film karena alasan pribadi.

Di masa Orde Reformasi sekalipun, yang konon menjalankan keterbukaan, masih ada film-film yang dilarang beredar karena berbagai alasan.

Berikut ini adalah daftar film Indonesia yang kena cekal sejak masa Demokrasi Terpimpin, hingga Orde Reformasi, dan alasan-alasannya:

  • Pagar Kawat Berduri (1961), diganyang oleh Partai Komunis Indonesia, diselamatkan Presiden Soekarno, namun tetap tak bisa diputar dibioskop.
  • Tiada Jalan Lain (1972) karena produsernya, Robby Tjahjadi, terlibat dalam kasus penyelundupan mobil mewah .
  • Romusha (1972), dianggap dapat mengganggu hubungan dengan Jepang.
  • Inem Pelayan Seksi (1976), diharuskan berganti judul dari judul semula Inem Babu Seksi.
  • Saidjah dan Adinda (1976), judul berubah dari Max Havelaar dan menggambarkan Max Havelaar yang berhati mulia, sementara penguasapribumi justru menghisap rakyat.
  • Wasdri (1977), skenarionya dianggap bisa menyinggung pejabat Kejaksaan Agung, karena Wasdri, buruh angkut di Pasar Senen,Jakarta, hanya diberi upah oleh seorang istri jaksa hanya separuh dari yang biasanya ia terima.
  • Yang Muda Yang Bercinta (1977), dianggap mengakomodasi teori revolusi dan kontradiksi dari paham komunis.
  • Bung Kecil (1978), isinya tentang orang muda yang melawan feodalisme.
  • Bandot Tua (1978), dipangkas habis-habisan dan diganti judulnya menjadi Cinta Biru, karena kata “Bandot” dinilai bermakna negatif.
  • Jurus Maut (1978).
  • Kuda-Kuda Binal (1978).
  • Petualang-petualang (1978), judulnya diharuskan diubah dari “Koruptor, Koruptor”. Film ini mengisahkan berbagai bentuk korupsi besar-besaran.
  • The Year of Living Dangerously (rilis 1982 dan dilarang hingga 1999)[1] film Australia tentang Jakarta di bawah Orde Lama di tahun 1965.
  • Buah Hati Mama (1983), memuat dialog tentang kakek yang pintar menyanyi karena berteman dengan mantan Kapolri Hoegeng Imam Santoso. Bagian ini digunting habis.
  • Tinggal Landas, sutradaranya, Sophan Sophiaan, diminta menambahkan kata Buat Kekasih menjadi Tinggal Landas buat Kekasih (1984), karena Indonesia saat itu sedang dalam proses tinggal landas.
  • Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988) karena eksploitasi seks.
  • Kanan Kiri OK (1989), diharuskan berganti judul dari Kiri Kanan OK karena kata ‘Kiri’ memberi kesan PKI.
  • Nyoman dan Presiden (1989), diminta agar judulnya diubah menjadi Nyoman dan Bapaknya, Nyoman dan Kita, Nyoman dan Bangsa, Nyoman dan Merah Putih, atau Nyoman dan Indonesia. Film ini akhirnya berjudul Nyoman Cinta Merah Putih.
  • Merdeka 17805 (2001), film Jepang tentang andil Tentara Kekaisaran Jepang dalam proses kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.
  • Buruan Cium Gue (2005), diprotes oleh Abdullah Gymnastiar dan Majelis Ulama Indonesia karena dianggap mengusik perasaan susilamasyarakat.
  • Pocong (2006), Lembaga Sensor Film melarang film ini beredar karena dianggap sadis, menimbulkan luka lama, membawa unsur suku,agama, ras dan budaya serta pemerkosaan yang brutal.
  • Suster Keramas (2009), diprotes oleh Majelis Ulama Indonesia karena dianggap mengusik perasaan susila masyarakat.
  • Balibo (2009), film Australia yang berdasarkan peristiwa Balibo Five.
Source : Wikipedia

Ck.. ck.. Ternyata kisruh tunggakan pajak importir film asing ke pemerintah Indonesia sampai saat ini belum juga usai. Masalah yang mengemuka ke hadapan publik sejak awal Februari ini tampaknya masih akan berjalan panjang.

Berapa hari lalu media melansir berita bahwa pemerintah masih melarang importir film asing melakukan importasi film karena belum melunasi pembayaran atas tunggakan bea masuk impor film dengan total Rp 30 miliar. Hanya satu importir film asing yang baru menunjukkan itikad baik, namun bukan MPAA yang film-filmnya box office.

Bagi penyuka hiburan dan pecinta film-film Amrik yang berkualitas , berita itu sangat menyesakkan dada. Pengen nonton film bagus harus nunggu di release secara resmi dalam kepingan-kepingan video. Mau nonton di bioskop ke Singapur nggak mungkin, harus repot beli tiket pesawat dan tiket bioskop yang tidak murah. Yang paling masuk akal sih donlot film yang kualitas gambarnya oke (DVDRip) atau beli DVD bajakannya.. ;D

Siap-siap saja untuk melewatkan beberapa film Amrik keren di XXI atau Blitz Megaplex. Film apa aja? Berikut ini daftarnya :

1. THOR

Thor sudah ditayangkan serentak awal Mei di negara Paman Sam. Penonton di Indonesia juga menunggu film ini tayang di sini tapi kayaknya enggak mungkin deh..

2. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (Mei)

Di sekuel ketiga, Johnny Depp tak lagi ditemani oleh Orlando Bloom dan Kiera Knightley. Salah satu aktris yang akan tampil adalah Penelope Cruz. Film ini kabarnya tayang di Amerika Mei 2011. Di Indonesia? Meneketehe..

3. Transformer : Dark of The Moon

Meski sekuel pertamanya sangat mengecewakan karena alur cerita yang buruk, sekuel keduanya selalu ditunggu oleh penggemarnya. Tanpa si cantik megan Fox pun, film yang bakal tayang Juni ini sudah jelas bakal box office. Sayang, kita tak akan menontonnya di bioskop.

4. X-Men: First Class

Film yang sudah dibuat triloginya, kini dibuat pula prekuel yang menceritakan Prof. Xavier dan Magneto yang masih muda dan bersahabat. Mereka bahu membahu melawan mutan yang ingin mebguasai dunia. Kayaknya film ini jauh lebih keren dari triloginya. Film ini akan tayang di Amerika Juni 2011.

5. Green Lantern

Tahun 2011, Hollywood banyak memproduksi film-film superhero. Salah satunya adalah Green Lantern. Pahlawan super dengan kekuatan cincin hijau ini akan tayang Juni. Sebenarnya Warner Bross menggadang-gadang Ryan Reynolds, sang pemeran tokoh utama, menjadi The Flash untuk tahun-tahun yang akan datang. Kini tak mungkin lagi karena Ryan Reynolds akan menjadi icon dari Green Lantern.

6. Harry Potter & The Deathly Hallows 2

Kisah saga harry Potter, dkk akan berakhir di film yang akan tayang Juli 2011. Bersiaplah untuk kecewa karena tak menontonnya di bioskop..

7. Captain America : First Avenger

‘Film ini menampilkan asal mula Steve Rogers menjadi Captain America. Ia mengikuti percobaan sebagai tentara super pilihan untuk menghadapi Red Skull, seorang Nazi yang berusaha menguasai dunia. Sebelumnya, Chris Evans pernah menjadi Johnny Storm di film “Fantastic 4″.

Bersiaplah untuk sama-sama kecewa karena tak dapat menonton 7 film keren di atas di bioskop… Bersiaplah untuk men-donlot versi ori (DVDRip) di dunia maya.. Atau jika keuangan terbatas silakan beli di lapak-lapak DVD bajakan terdekat..


Bagi para penggemar film, 2011 mungkin menjadi tahun yang ditunggu. Apalagi buat fans Harry Potter. Tahun ini adalah tahun puncak bagi serial Harry Potter. Film kedua dari seri terakhir dari ke-7, Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2 akan rilis pada Juli tahun ini.

Selain Harry Potter, para perempuan penggemar Edward tentu juga menunggu kelanjutan The Twilight. Sekuel yang juga akan menjadi box office kemungkinan besar adalah Transformers, Fast Five, Hangover dan tentu saja Pirates of the Caribbean. Selain film sekuel, juga ada film baru yang ditunggu, yakni Thor dan Captain America. Inilah 10 film yang ditunggu pada 2011 versi IMDB.
1Harry Potter and the Deathly Hallows Part

2. Pirates of the Caribbean: In Stranger Tides


3. Fast Five

4. Thor

5. The Green Hornet

6. The Twilight Saga: Breaking Down

7. Captain America: The First Avenger

8. Hanna

9. Hangover Part II

10. Transformers: Dark of The Moon